Menanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak DIni

A. Pengertian Manusia

Dari berbagai sumber telah saya simpulkan pengertian dasar Manusia. Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Dalam hal ini saya akan menjelaskan manusia sebagai mahluk yang memiliki roh dan jiwa. Artinya dalam hal ini setiap manusia memiliki roh dan jiwa serta di berikan akal oleh Tuhan YME untuk berfikir dan di pergunakan sebagai mana mestinya. Setiap manusia memiliki kesadaran dalam berfikir untuk kebaikan nya sendiri dan dalam hal ini secara universal manusia dapat melakukan kegiatan sehari-hari untuk bersosialisasi sesama.

1. Manusia Memiliki Hakekat

Setiap manusia sudah seharusnya memilik dasar pemikiran untuk kehidupannya atau Hakikat dalam bentuk apapun seperti pendidikan, agama, sosial budaya, dll. Dalam hal pendidikan manusia itu sendiri sudah seharusnya mendapatkan hak hak dasar memiliki ilmu entah itu mendapatkan pendidikan akademi yang layak ataupun pendidikan sehari hari yang di jalaninya. Dalam hal agama manusia juga seharusnya memiliki kepribadain rohani sebagai mahluk Tuhan, dengan agama manusia dapat mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif untuk diri nya sendiri dan sesama.

Manusia terus dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai selama hidup nya. Artinya tiap detik detik yang berlalu manusia akan terus belajar dari hal hal yang baru saja dia lewati untuk kelanjutan yang positif.

2. Manusia Sebagai Mahluk Sosial

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, artinya saling membutuhkan satu sama lain nya. Selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:

a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.

b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.

c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

.

3. Mulai Menanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak DIni

Dari beberapa pemikiran sebelumnya kita bisa mengerti bahwa manusia memiliki hakikat, manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Karena nya kita harus memanfaatkan dua hal pokok penting itu untuk menciptakan cinta sesama manusia terutama untuk kalangan muda. Hal pertama yang utamanya di lakukan adalah dengan sosialisasi masyarakat itu sendir seperti melalui pendidikan, keluarga, media dsb, dengan cara penyampaian tentang bagaimana mengenali budaya dan sosial manusia seperti suku, agama dan ras. Suku, agama dan ras sudah harus di kenali oleh kaum muda sekarang untuk menghindarinya permusuhan sesama. Dalam pendidikan kita bisa memberikan pelajaran-pelajaran yang sangat mendidik tentang Kemanusiaan. Dalam keluarga dari orang tua masing-masing yang sudah seharusnya mendidik anaknya untuk menanamkan cinta terhadap sesama dan mengenali budaya-budaya penting guna menghindari nya kesalah pahaman dan konflik di kemudian hari. Dalam penyampaian melalui media, bisa melalui koran, radio, televisi, dsb dengan memberikan seruan dan ajakan positif berupa kutipan kutipan yang berisi bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama.

B. Dampak Menanam Jiwa Kemanusiaan Sejak Dini

Bilamana semua yang di harapkan dapat terealisasi, kehidupan manusia di dunia akan semakin membaik, jauh dari kerusuhan, berkurangnya penyimpangan sosial dan budaya semuanya akan tentram, terciptanya suasana yang lebih baik dari sebelumnya merupakan harapan kita semua.